Formula E 2020 Tak Perlu Di Batalkan

image Yanuar Anaba

Jakarta, Formula E yang menjadi Program Prioritas Gubernur Anies Baswedan di Tahun 2020 untuk menunjukkan bahwa Jakarta sebagai Kota Maju dan Bebas Emisi  sekaligus mendukung percepatan era kendaraan Listrik pada Pemerintahan era Jokowi. Tentunya ini sangat mendukung sinergitas program Pusat dengan Program Daerah yang sebelumnya pemerintah pusat juga telah mengeluarkan Perpres terkait Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia Tahun 2019.  Namun kini menjadi polemik agar dibatalkan  penyelenggaraan Formula E 2020 tersebut di DPRD DKI Jakarta. 

Yanuar Anaba selaku Aktivis dan Pelaku Kendaraan Listrik Formula Student Indonesia menanggapi hal itu, mengatakan bahwa tidak perlu Formula E 2020 di Jakarta dibatalkan karena ini akan menjadi ajang Internasional pertama yang akan banyak menarik untuk memberikan manfaat dan kebanggaan bagi warga jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia baik secara percepatan perkembangan energi baru terbarukan, Lingkungan Hidup, Penciptaan Lapangan Kerja , Ruang Wisata / Hiburan baru bagi warga Jakarta serta Masyarakat Indonesia, hingga manfaat dibidang keilmuan dan pendidikan penelitian, pengembangan teknologi khususnya di bidang otomotif bagi para akademisi dan putra putri terbaik bangsa yang terlibat dalam program kendaraan listrik.

Tidak hanya itu, Ajang Internasional ini tentu sinergi dengan program pusat dalam percepatan adanya kendaraan listrik di Indonesia. 

Gelaran Formula E 2020 akan menjadi kebanggaan khusus bagi Bangsa Indonesia khususnya untuk pemprov DKI Jakarta sebagai inisiator program Internasional dan Dunia. 

"Kalau dibilang untung kita pun tidak pernah tahu apakah di setiap pagelaran yang diadakan oleh pemerintah memang memiliki untung secara financial atau tidak?" Ujar Yanuar Anaba

Karena untuk mengukur sesuatu manfaat tidak semua bisa diukur dengan materi keuangan yang di dapat maupun yang dikeluarkan.

"Namun jika yang dipermasalahkan adalah biaya yang akan dikeluarkan APBD  untuk Formula E 2020 tentunya hanya perlu dikaji saja pembiayaannya; mau seperti apa ? darimana saja? berapa banyak?, supaya anggaran di DKI tidak defisit, bukan justru meniadakan event nya" Ujar Yanuar Anaba

Tentunya masyarakat percaya kegiatan positif yang memiliki manfaat ini akan memakan biaya yang sangat mahal kaitannya dengan penciptaan SDM yang maju dan Lingkungan Sehat serta transformasi Jakarta menjadi Pioneer Kota Maju di Indonesia. 

Selaras dengan cita - cita Presiden Jokowi yang menginginkan SDM Unggul dan Indonesia Maju di segala bidang.