Memilukan! Pimpinan DPRK Aceh Singkil Tidak Hadir Dalam Rapat Membahas Pencegahan COVID - 19, Lebih Memilih Ngopi di Warung ?

image Yanuar Anaba

Aceh Singkil - Pemkab Aceh Singkil telah memiliki Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease-19 (Covid-19). Tim ini resmi dibentuk dalam rapat yang melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis, 19 Maret 2020, di Aula Kantor Bupati Aceh Singkil.

Hampir seluruh unsur forkopimda, baik itu kepala daerah, dalam hal ini Wakil Bupati Sazali, kapolres, komandan kodim, dan kepala kejaksaan negeri, hadir dalam rapat tersebut.

Belakangan diketahui, rapat tak dihadiri salah satu unsur forkopimda yakni Pimpinan DPRK setempat.

Hal itu pun menjadi perbincangan hangat, terutama di media sosial, hingga Jumat (20/3/2020). Apalagi, diduga saat rapat berlangsung, dua pimpinan DPRK Aceh Singkil yakni Hasanuddin Aritonang dan Amaliun, justru terpantau sedang berada di sebuah kafe/warung untuk ngopi, yang disebut-sebut tak jauh dari kantor bupati, tempat rapat forkopimda berlangsung.

Beragam komentar, terutama yang bernada kritik, mengalir deras atas sikap pimpinan DPRK Aceh Singkil tersebut. 

Ketua DPRK Aceh Singkil Hasanuddin Aritonang yang dikonfirmasi mengatakan telah mempertimbangkan mengapa akhirnya mereka memilih untuk tak menghadiri rapat tersebut. “Karena pada acara itu dipimpin oleh wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali,” katanya.

Namun begitu, para kepala SKPK yang hadir dalam rapat itu tetap melanjutkan rapat koordinasi Gugus tugas penanggulangan covid-19. agar masyarakat diwilayah Aceh Singkil terhindar dari virus yang berasal dari China tersebut.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Sazali itu menunjuk Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil dan Binmas Polres setempat sebagai ketua bidang pencegahan.

Kemudian bagian penindakan diketuai Direktur RSUD Aceh Singkil dan Dinas Pariwisata, Kejaksaan dan Satpol PP dan WH sebagai anggotanya.

Sazali mengatakan, tim tersebut agar menyiapkan segala sesuatunya untuk mencegah penyebaran virus corona di Aceh Singkil. Mereka juga sudah mulai bekerja sejak ditetapkan, pada Kamis, 19 Maret 2020.

“Kita minta semua tim untuk melakukan pendeteksian dan sterilisasi di lingkungan, termasuk di pusat perbelanjaan dan tempat lainnya,” ujar Sazali.

Pihaknya berharap, semua warga Aceh Singkil tetap mematuhi imbauan-imbauan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah setempat, guna mengurangi resiko terpapar virus corona.