Wibi Andrino Bersama Rakyat Jakarta

image Yanuar Anaba

Jakarta - Sudah beberapa hari pasca banjir di Jakarta Selasa, 31/12/2019 hingga Sabtu,04/01/2020 pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap penyebab banjir yang terjadi di Jakarta. Hingga perdebatan antara pimpinan pemerintah propinsi dengan pusat pun sempat terjadi.

Namun kondisi tersebut tidak membuat seorang Wibi Andrino Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta untuk saling tuduh atas kejadian banjir di Jakarta. Wibi Andrino lebih memilih mengambil sikap untuk turun langsung dan terlibat dalam memberikan bantuan serta dukungan baik secara material maupun non material hingga berpikir solusi apa yang harus diberikan kepada Jakarta agar kedepan Jakarta tidak mengalami banjir seperti sekarang ini. Mengajak masyarakat dan stakeholder yang ada untuk sama - sama bersinergi membenahi permasalahan banjir Jakarta.

Sosok Wibi kian dekat dengan masyarakat Jakarta pasalnya setiap hari sejak terjadi banjir hingga sekarang ini hanya ia yang terus bergerak meninjau langsung kondisi warga dan lokasi titik banjir yang memiliki dampak parah. Semangat dan jiwa mudanya melekat pada diri seorang Wibi Andrino.

Ia pun sempat mengunjungi dan memberikan bantuan, semangat serta do'a kepada keluarga korban meninggal dunia. Bagi wibi ini adalah tanggung jawab moral dan sosial seorang wakil rakyat terhadap rakyatnya.

"Karena DPRD adalah bagian dari pemerintah daerah, Saya meminta maaf kepada warga Jakarta dan saya merasa berduka atas korban - korban jiwa yang terjadi di Jakarta" Ucap Wibi Andrino.

Mungkin sosok Wibi Andrino adalah salah satu anak muda yang siap pasang badan untuk Jakarta saat ini. Ia siap berjuang bersama rakyat untuk membangun Jakarta lebih baik lagi.

Wibi Andrino pun sempat membuat tulisan, berikut ungkapan seorang Wibi untuk Rakyat Jakarta :

"Rasa marah , geram , sedih campur aduk melihat kondisi warga yang menderita akibat banjir di Jakarta.

Hati hancur dan mulut ini seakan terkunci rapat tak mampu berkata lebih melìhat korban meninggal dunia.

Tenaga, pikiran serta kepedulian lebih diutamakan dibanding bicara pada saat ini.

Bergerak... bergerak... dan terus bergerak bukan untuk mencari citra baik, tapi memang untuk membantu dengan segala daya upaya yang dimiliki.

Yang sabar untuk saudara - saudaraku... Semoga ujian ini bisa kita lewati bersama - sama".